SAMARINDA — Ekonomi Kalimantan Timur menunjukkan ekspansi pada triwulan II 2026, ditopang kinerja sektor pariwisata dan belanja pemerintah yang meningkat signifikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produk domestik regional bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp246,66 triliun, mempertahankan posisi Kaltim sebagai penyumbang terbesar perekonomian di Pulau Borneo.
Kepala BPS Kaltim Mas'ud Rifai di Samarinda, Senin, menyebut lapangan usaha penyedia akomodasi dan makan minum mencatatkan lonjakan pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi, yakni 13,79 persen secara tahunan.
Angka ini mengindikasikan gairah aktivitas perhotelan dan kuliner di wilayah Kaltim menguat, yang diduga terdorong masifnya pembangunan dan mobilitas di kawasan IKN.
Meski pertumbuhan ekonomi makro Pulau Kalimantan secara keseluruhan pada triwulan II 2026 tercatat 4,10 persen (y-on-y), Kaltim tetap memegang porsi terbesar dalam kue ekonomi regional. BPS mencatat andil Kaltim mencapai 46,70 persen terhadap pembentukan nilai tambah regional Pulau Kalimantan.
Artinya, hampir separuh perputaran uang di Pulau Borneo masih berpusat di Kalimantan Timur. Posisi ini menegaskan dominasi Kaltim sebagai motor penggerak ekonomi utama di kawasan tersebut.
Jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter), ekonomi Kaltim tumbuh 2,62 persen pada triwulan II 2026. Pendorong utama pertumbuhan kuartalan ini didominasi realisasi agenda dan anggaran pemerintah.
Dari sisi produksi, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertanahan dan jaminan sosial wajib mengalami kenaikan tertinggi sebesar 9,78 persen. Performa ini sejalan dengan komponen pengeluaran konsumsi pemerintah yang melesat tajam 20,14 persen, didorong akselerasi penyerapan APBD serta belanja infrastruktur publik.
Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa berhasil mencatatkan pertumbuhan tertinggi sebesar 6,72 persen. Capaian ini menunjukkan permintaan eksternal terhadap komoditas dan produk Kaltim tetap solid di tengah dinamika ekonomi global.
Secara kumulatif, kinerja ekonomi Kaltim sepanjang semester I 2026 tumbuh 3,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilai PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 tercatat Rp152,92 triliun, memantapkan kapasitas fiskal dan ekonomi daerah.