TENGGARONG — Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kukar, Awang Agus Dharmawan, menyebut promosi menjadi fokus utama instansinya dalam penyelenggaraan Erau tahun ini. Materi promosi akan dikemas melalui berbagai kanal, mulai dari video hingga media luar ruang seperti billboard.
Langkah ini diambil sebagai upaya memperluas jangkauan wisatawan ke Kukar saat festival berlangsung. Kawasan IKN dinilai menjadi salah satu pintu masuk strategis bagi wisatawan dan tamu pemerintah dari berbagai daerah ke Kalimantan Timur.
Pemerintah berencana memperluas jangkauan promosi ke sejumlah daerah yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Agus mengatakan promosi diarahkan kepada delapan kabupaten dan kota di Kalimantan Timur yang dahulu masuk wilayah kesultanan.
Materi promosi selanjutnya akan dikolaborasikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar untuk disebarluaskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD). Hal ini dinilai penting agar informasi mengenai penyelenggaraan Erau sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
Posisi Erau yang masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 menjadi salah satu alasan festival tersebut tetap dipertahankan. Menurut Agus, status tersebut membuat pemerintah daerah memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan festival.
Selain menjadi agenda kebudayaan, Erau dipandang sebagai bagian dari strategi promosi pariwisata Kukar. "Harapannya pertama, memberikan informasi kepada masyarakat bahwa Erau sudah masuk Karisma Event Nusantara," katanya kepada kaltimkece.id, Senin (10/8/2026).
Di tempat terpisah, Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan persiapan Erau terus dilakukan bersama seluruh instansi berwenang. Tahun ini, Erau akan berkolaborasi bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura untuk acara seremonial dan adat istiadat.
"Seluruh rangkaian Erau akan dilaksanakan oleh Kesultanan sesuai pakem yang berlaku," kata Heriansyah. Hingga akhir Juli lalu, panitia telah menggelar dua kali rapat koordinasi untuk membahas pembagian tugas dan rangkaian kegiatan.
Rangkaian Erau akan dipusatkan di tiga kawasan, yaitu Stadion Rondong Demang beserta area parkirnya, kawasan Keraton dan Museum Mulawarman, serta Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Pemusatan tersebut dilakukan untuk mempermudah pengelolaan kegiatan sekaligus mempertahankan hubungan Erau dengan kawasan bersejarah di Tenggarong.
"Tradisi ini harus terus dilestarikan. Jangan sampai identitas budaya yang kita miliki perlahan hilang karena tidak lagi dilaksanakan," ujar Heriansyah.
Agus menambahkan, Pemerintah Kabupaten Kukar tetap berkomitmen menggelar Erau 2026 meski kemampuan fiskal daerah mengalami tekanan. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah harus menyesuaikan berbagai program dan kegiatan tanpa mengurangi esensi acara tahunan tersebut.