JAKARTA - Pengerjaan tiga Sekolah Rakyat di Jawa Barat kini memasuki tahap akhir, membawa kabar gembira bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Sumedang, Indramayu, dan Cirebon yang sebentar lagi bisa menikmati fasilitas belajar layak.
Program sekolah berasrama gratis ini digagas sebagai Program Prioritas Nasional Presiden Prabowo Subianto, dengan sasaran utama anak-anak dari keluarga prasejahtera yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal.
Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan pembangunan ini murni ditujukan untuk kelompok paling membutuhkan, sebagai wujud tanggung jawab negara memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan.
"Mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera," kata Menteri Dody.
Saat ini pekerjaan di ketiga lokasi berfokus pada penyempurnaan sejumlah bagian bangunan. Kementerian PU menegaskan proses ini tidak akan mengorbankan keselamatan maupun mengganggu kegiatan belajar-mengajar yang sudah berjalan.
"Untuk mengejar penyelesaian pembangunan, Kementerian PU menerapkan sejumlah strategi percepatan, antara lain sistem kerja tiga shift, metode kerja paralel, serta penggunaan metal deck slab dengan wiremesh," kata Menteri PU Dody Hanggodo.
Proyek ini dikerjakan PT Brantas Abipraya bersama PT Uno Tanoh Seuramoh dalam skema KSO, dilengkapi gedung sekolah, asrama siswa, rusun guru, laboratorium, masjid, gedung serbaguna, kantin, dapur, instalasi air bersih, pengolahan limbah, serta fasilitas olahraga dalam satu kawasan terpadu.
Kementerian PU menyebut proyek ini sejalan dengan Visi PU 608 yang menargetkan 0% kemiskinan, lewat penyediaan infrastruktur pendidikan yang memperluas akses layanan dasar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Jawa Barat.