PHE Bor Sumur Tingkilan-001, Incar 277 Bcf Gas dan 1,55 Juta Barel Minyak

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Senin, 28 September 2026 | 14:21:01 WIB
Rig PDSI #21.2 mengebor sumur eksplorasi Tingkilan-001 di Desa Mangkupadi, Bulungan, Kalimantan Utara.

KALIMANTAN TIMUR — PT Pertamina Hulu Energi Lepas Pantai Bunyu (PHE LPB) mulai mengebor sumur eksplorasi Tingkilan (TKLN)-001 di Wilayah Kerja Maratua, Kalimantan Utara, sejak 25 September 2026. Sumur ini dibidik menyimpan potensi sumber daya sekitar 277 miliar kaki kubik (Bcf) gas dan 1,55 juta barel minyak, atau setara 49,35 juta barel minyak (BOE). Pengeboran menjadi bagian dari upaya menambah cadangan migas baru di tengah kebutuhan energi nasional yang terus naik.

Paragraf pembuka: Sumur TKLN-001 ditajak untuk menguji dan mengevaluasi potensi hidrokarbon pada Formasi Menumbar, yang memiliki karakteristik batuan karbonat. Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menyebut pengeboran ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan eksplorasi di WK Maratua sepanjang 2026.

Lokasi dan Target Kedalaman Sumur

Sumur TKLN-001 berlokasi di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Pengeboran dilakukan secara vertikal memakai Rig PDSI #21.2 berkapasitas 700 horsepower (HP).

Target kedalaman akhir sumur mencapai 1.574 meter measured depth (mMD) atau setara 1.554 meter true vertical depth subsea (TVDSS). Angka itu menjadi acuan tim pengeboran dalam menembus lapisan formasi yang dibidik.

Durasi Pengeboran dan Fase Pengujian

Program pengeboran dijadwalkan berlangsung 74 hari, di luar kegiatan mobilisasi dan demobilisasi rig atau move in rig up (MIRU) dan rig down (RD). Dari total durasi tersebut, fase pengeboran diperkirakan memakan waktu 39,7 hari.

Fase drill stem test (DST) dialokasikan sekitar 34,3 hari. Tahap ini mencakup pengujian pada dua interval untuk memastikan ada tidaknya kandungan hidrokarbon yang bisa dikembangkan secara komersial.

Mengapa Pengeboran Ini Penting

Djoko menegaskan potensi sumber daya sumur Tingkilan-001 mencapai sekitar 277 Bcf gas dan 1,55 juta barel minyak. "Sumur Tingkilan-001 ditajak pada 25 September 2026. Potensi sumber dayanya sekitar 277 Bcf gas dan 1,55 juta barel minyak atau setara 49,35 juta barel minyak (BOE)," kata Djoko dalam keterangannya kepada Dunia Energi, Senin (28/9).

Pengeboran TKLN-001 merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengeboran sumur eksplorasi di WK Maratua pada 2026. Kegiatan tersebut ditujukan untuk memperoleh tambahan sumber daya dan cadangan migas baru di tengah kebutuhan peningkatan produksi energi nasional.

Penutup: Bagi PHE LPB, hasil pengeboran TKLN-001 akan menentukan apakah Formasi Menumbar layak dilanjutkan ke tahap pengembangan. Keberhasilan sumur eksplorasi ini turut menentukan seberapa besar tambahan pasokan gas dan minyak yang bisa disumbangkan WK Maratua ke neraca energi nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top