IHSG Rebound ke 6.130 di Sesi I, Sektor Industri dan Energi Jadi Penopang

Penulis: Chandra Kusuma  •  Rabu, 30 September 2026 | 14:19:31 WIB
Papan perdagangan saham menampilkan pergerakan IHSG yang kembali ke level 6.130 pada penutupan sesi I, Rabu (30/9/2026).

KALIMANTAN TIMUR — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ke level 6.130 pada penutupan Sesi I, Rabu (30/9/2026), ditopang penguatan sektor industri dan barang baku. Pelandaian harga minyak mentah global memberi ruang napas bagi rupiah yang menguat tipis ke Rp17.849 per dolar AS. Pelaku pasar mencermati potensi window dressing dan uji resistance 6.152 di sesi kedua.

Berdasarkan data perdagangan, indeks berhasil bertahan di atas area 6.100–6.120 yang menjadi support krusial sepanjang sesi pagi. Momentum penutupan kuartal III-2026 membuat pelaku pasar mengantisipasi volatilitas tipikal penutupan buku kuartalan.

Saham Komoditas dan Energi Pimpin Penguatan

Sejumlah saham masuk jajaran top gainers LQ45 pada sesi I. Minat beli selektif juga terlihat pada emiten berbasis komoditas dan energi.

  • UNTR, HRTA, dan DEWA memimpin penguatan di jajaran top gainers LQ45.
  • BUMI, ANTM, dan TINS mencatatkan minat beli selektif dari pelaku pasar.
  • Ajaib Sekuritas merekomendasikan strategi trading buy dan accumulative buy pada BRMS, RATU, dan EMAS.

Rupiah Menguat Tipis, JISDOR Masih di Rp17.998

Kurs rupiah di pasar spot bergerak menguat ke kisaran Rp17.849 per dolar AS pada perdagangan siang, setelah sebelumnya bertengger di area Rp17.918 per dolar AS. Posisi JISDOR Bank Indonesia tercatat Rp17.998 per dolar AS per penutupan sebelumnya.

Koreksi harga minyak dunia memberi sentimen positif bagi neraca perdagangan energi Indonesia. Pergerakan indeks dolar AS (DXY) terhadap mata uang regional pun tertahan.

Rupiah diperkirakan bergerak stabil dalam rentang konsolidasi Rp17.820–Rp17.920 per dolar AS hingga penutupan perdagangan sore nanti.

Harga Minyak Turun, Emas Mulai Pulih

Minyak mentah Brent terkoreksi wajar ke rentang US$96,29–US$96,49 per barel, sementara WTI berada di level US$89,35 per barel. Penurunan ini dipicu mulai pulihnya aliran ekspor minyak dari Timur Tengah.

Di pasar logam mulia, harga spot emas global menunjukkan pemulihan ke kisaran US$4.157,39 per troy ons. Harga buyback emas batangan Antam hari ini berada di posisi Rp2.470.500 per gram.

Dua Katalis yang Menahan Laju Indeks

Pelandaian harga minyak mentah global mengurangi tekanan inflasi impor dan menjadi katalis positif bagi pasar domestik. Meski begitu, sikap pasar modal global yang masih mencermati arah suku bunga The Fed membatasi ruang kenaikan agresif.

Rilis data inflasi jelang sesi kedua menjadi perhatian pelaku pasar. Konsensus analis menilai IHSG memiliki momentum menguji level 6.152 dengan catatan indeks mampu mempertahankan posisinya di atas level pembukaan sesi pertama.

Apa yang Dicermati Investor di Sesi II

Level resistance terdekat berada di kisaran 6.152, sementara support krusial terjaga di 6.100–6.120. Aksi window dressing menjelang tutup buku kuartal III berpotensi menambah volatilitas, terutama pada saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi incaran fund manager.

Strategi trading buy dan accumulative buy pada saham berbasis komoditas dan emas disebut Ajaib Sekuritas dalam riset hariannya, menjelang rilis data makro ekonomi AS.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: stabilitas.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top