SAMARINDA — Udara kabur diprakirakan bertahan di sebagian besar wilayah Kalimantan Timur sepanjang Kamis, 1 Oktober 2026. Samarinda dan IKN memiliki pola cuaca serupa, yakni udara kabur pada pagi dan siang, lalu cerah pada sore hari.
Memasuki malam, kondisi di kedua wilayah kembali berubah menjadi udara kabur. BMKG mencatat kelembapan udara di Kaltim dan IKN berada pada rentang 51-98 persen.
Dua wilayah diprakirakan mengalami udara kabur dengan durasi paling panjang, yakni Sendawar dan Ujoh Bilang. Keduanya dilaporkan mengalami udara kabur sejak pagi hingga malam.
Ujoh Bilang juga mencatat tingkat kelembapan tertinggi, mencapai 98 persen. Sementara kelembapan terendah, 51 persen, diprakirakan terjadi di IKN.
Sangatta menjadi wilayah dengan pola cuaca berbeda dibandingkan daerah lain di Kaltim. Hujan ringan diprakirakan turun pada pagi dan malam hari.
Pada siang hari, Sangatta mengalami udara kabur sebelum berubah cerah pada sore. Pola ini menjadikan Sangatta satu-satunya wilayah yang berpotensi diguyur hujan di antara kota-kota utama yang dipantau BMKG.
Tanjung Redeb dan Tenggarong diprakirakan mengalami udara kabur pada pagi hingga siang. Tanjung Redeb kemudian berubah cerah pada sore dan malam.
Tenggarong memiliki pola berbeda, yakni cerah pada sore sebelum kembali udara kabur pada malam hari.
Tanah Grogot, Balikpapan, Bontang, dan Penajam diprakirakan mengalami udara kabur pada pagi dan siang. Keempat wilayah itu berubah cerah pada sore hingga malam.
Suhu tertinggi di Kaltim dan IKN mencapai 33 derajat Celsius di Tanah Grogot. Suhu udara secara umum berada pada kisaran 23-33 derajat Celsius.
BMKG merilis ringkasan prakiraan cuaca untuk kota-kota utama di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur pada Kamis, 1 Oktober 2026:
Warga di wilayah dengan udara kabur disarankan memantau pembaruan prakiraan cuaca dari BMKG. Bagi yang beraktivitas di luar ruangan, terutama pada pagi dan malam, tetap waspada terhadap potensi hujan ringan di Sangatta.