BALIKPAPAN — Kepala UPB Wilayah 1 BWS Kalimantan IV, Fatturrahman, menyatakan pihaknya telah menyusun simulasi bersama PTMB untuk menjaga ketersediaan air bagi masyarakat hingga Desember. Simulasi itu mempertimbangkan kemungkinan hujan belum turun dalam waktu dekat, seiring prediksi BMKG bahwa hujan baru berpotensi turun pada Oktober hingga November 2026.
Pembatasan paling ketat berlaku di Bendungan Teritip. Dari kapasitas normal, air baku untuk PDAM kini dipotong separuh.
"Kami lakukan simulasi dan perhitungan pengambilan air baku oleh PTMB/PDAM. Di mana saat ini air baku PDAM kita batasi 50 persen dari kapasitas normal, sekitar 110 liter per detik," jelas Fatturrahman.
Sebelumnya, pengambilan air dari Bendungan Teritip ditetapkan 220 liter per detik. Potensi maksimal bendungan sebenarnya mencapai 260 liter per detik, namun izin maksimal yang diberikan hanya 220 liter per detik.
Perhitungan BWS menunjukkan Bendungan Teritip saat ini menyisakan sekitar 850 ribu meter kubik air. Volume itu menjadi dasar pertimbangan untuk kembali menyesuaikan besaran pengambilan apabila hujan belum turun pada Oktober.
"Jadi ya memang sekitar 850 ribu kubik yang tersisa. Jadi kemungkinan di bulan Oktober ini tidak 110 liter per detik. Kami coba hitung tanpa hujan, maka mungkin kita akan izinkan ambil air 90 liter per detik," katanya.
Penurunan permukaan air yang hampir mencapai dua meter membuat Fatturrahman menyebut kondisi kemarau kali ini lebih berat dibandingkan 2023.
Penyesuaian serupa berlaku di Waduk Manggar, sumber air baku lain bagi warga Balikpapan. Pengambilan air yang sebelumnya mencapai 1.150 liter per detik diturunkan menjadi 900 liter per detik sejak September.
"Pengambilan air 1.150 liter per detik. Kami juga simulasikan di sana. Sudah kami hitung, kita koordinasi dengan PTMB di bulan September, kami turunkan pengambilan sampai 900 liter per detik," ujar Fatturrahman.
Pemangkasan itu setara pengurangan sekitar 250 liter per detik atau 21 persen dari batas sebelumnya. Penyesuaian di kedua sumber air menjadi bagian dari perhitungan BWS untuk mempertahankan ketersediaan air baku hingga akhir tahun.
"Kami menjaga agar air bisa tetap mengalir ke warga hingga Desember," pungkasnya.