Stimulasi Motorik Anak Sejak Dini, Fondasi Penting Tumbuh Kembang

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 09:20:31 WIB
Anak bermain lempar-tangkap bola untuk melatih koordinasi mata dan tangan.

KALIMANTAN TIMUR — Kemampuan gerak anak ternyata bukan sekadar soal fisik, tapi fondasi tumbuh kembang mereka di masa depan. Riset kolaborasi Universitas Negeri Padang dan Universiti Pendidikan Sultan Idris Malaysia mengkaji kaitan motorik anak dengan capaian matematika. Simak temuan dan cara stimulasinya di rumah.

Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia menjalankan riset kolaborasi internasional yang melibatkan SD Pembangunan Laboratorium UNP sebagai mitra penelitian. Riset ini menyoroti kapasitas fisik dan stimulasi motorik anak sebagai modalitas penting sejak dini.

Perwakilan UPSI Malaysia, Dr. Abdul Muiz Nor Azmi, menegaskan kemampuan gerak anak perlu mendapat perhatian serius dari orang tua maupun pendidik. Menurutnya, stimulasi yang tepat di masa awal akan berdampak panjang.

"Kapasitas fisik dan stimulasi motorik anak hari ini harus terus ditingkatkan dan dioptimalkan agar dapat menjadi modalitas serta fondasi yang kuat bagi tumbuh kembang masa depan mereka," ujar Dr. Abdul Muiz.

Mengapa Stimulasi Motorik Penting untuk Anak

Kemampuan motorik membantu anak mengeksplorasi lingkungan, melatih keseimbangan, dan membangun koordinasi tubuh. Semua ini menjadi bekal mereka untuk aktivitas sehari-hari, termasuk belajar di sekolah.

Riset UNP-UPSI Malaysia mengkaji dan membandingkan kemampuan motorik anak dengan capaian matematika. Temuan ini menunjukkan aspek fisik dan kognitif bukan dua hal terpisah, melainkan saling berkaitan.

Kaitan Motorik dan Kemampuan Matematika

Kepala SD Pembangunan Laboratorium UNP, Yasmadewi, S.Pd., menilai perkembangan anak perlu dilihat secara menyeluruh. Menurutnya, aspek fisik-motorik dan kemampuan kognitif merupakan bagian perkembangan yang saling terhubung.

Artinya, anak yang aktif bergerak cenderung lebih siap menerima pelajaran yang menuntut konsentrasi dan logika. Stimulasi gerak jadi investasi jangka panjang, bukan sekadar aktivitas pengisi waktu.

Cara Stimulasi Motorik Anak di Rumah

Orang tua bisa mulai dari aktivitas sederhana tanpa alat mahal. Berikut beberapa yang bisa dicoba sesuai usia anak:

  • Bermain lempar-tangkap bola untuk melatih koordinasi mata dan tangan.
  • Melompat, berjinjit, atau berjalan di garis lurus untuk keseimbangan.
  • Menyusun balok atau puzzle untuk motorik halus dan fokus.
  • Bersepeda atau berlari di halaman untuk kekuatan otot kaki.
  • Menari mengikuti irama untuk kelincahan dan kesadaran tubuh.

Peran Sekolah dan Guru Olahraga

Kegiatan riset di SD Pembangunan Laboratorium UNP mendapat dukungan dari guru olahraga sekolah dalam proses pengambilan data. Kolaborasi ini menunjukkan sekolah punya peran besar dalam memantau perkembangan motorik anak.

Dr. Andri Gemaini, S.Si., M.Pd., yang memimpin tim UNP bersama kandidat doktor Heru Andika, M.Pd. dan Firunika Intan Cahyani, M.Or., berharap kolaborasi akademik ini terus berkembang di bidang ilmu keolahragaan. Hasil penelitian diharapkan jadi dasar riset lanjutan bertaraf internasional.

Kapan Perlu Konsultasi ke Ahli

Setiap anak punya kecepatan perkembangan berbeda. Namun bila si kecil terlihat kesulitan bergerak, sering jatuh tanpa sebab jelas, atau tertinggal jauh dari teman seusianya, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter anak atau terapis okupasi.

Deteksi dini membantu orang tua memberi dukungan yang tepat sebelum masalah berkembang lebih jauh.

Riset kolaborasi UNP dan UPSI Malaysia ini sejalan dengan SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera, khususnya mendukung tumbuh kembang anak lewat aktivitas fisik sejak usia dini. Untuk ibu di rumah, langkah kecil seperti mengajak anak bergerak setiap hari sudah jadi fondasi berharga bagi masa depannya.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: unp.ac.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top