Korem 091/ASN Kerahkan Babinsa Dampingi Petani Milenial Kaltim, Target Cetak Sawah 5.000 Hektare

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:00:32 WIB
Babinsa Korem 091/ASN mendampingi petani milenial menggarap lahan sawah di Kalimantan Timur.

Korem 091/Aji Surya Natakesuma mengerahkan Bintara Pembina Desa untuk membimbing petani milenial di Kalimantan Timur beralih ke pertanian modern. Program pendampingan menyasar pencetakan sawah baru seluas 5.000 hektare yang ditargetkan rampung menjelang akhir 2026. Langkah ini diambil untuk menyiasati krisis regenerasi petani di daerah itu.

SAMARINDA — Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul menyatakan pendampingan dilakukan mulai dari pembersihan lahan, penataan irigasi, hingga penanaman dengan metode pertanian modern. Babinsa diterjunkan langsung ke desa-desa untuk mendampingi petani muda yang selama ini enggan menggarap sawah.

Anggara menyebut tantangan terbesar di lapangan adalah keterbatasan sumber daya manusia. Generasi muda Kalimantan Timur lebih memilih bekerja sebagai operator alat berat dibanding menjadi petani.

"Kami menurunkan Babinsa untuk mendampingi petani milenial secara intensif mulai dari pembersihan lahan, penataan irigasi, hingga proses penanaman dengan metode pertanian modern," kata Anggara di Samarinda.

Cetak Sawah 5.000 Hektare Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Korem 091/ASN berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani lokal menyiapkan program pencetakan sawah baru seluas 5.000 hektare. Target penyelesaiannya menjelang akhir tahun 2026.

Pada program tahun 2025, Korem 091/ASN sudah menuntaskan pencetakan sawah sekitar 1.200 hektare. Capaian itu menjadi dasar perluasan program di tahun berikutnya.

Anggara menegaskan program cetak sawah bertujuan menyukseskan Asta Cita Presiden RI di bidang kemandirian pangan. Selain itu, program ini mengantisipasi kerentanan rantai pasok pangan dari luar pulau.

"Program cetak sawah ini dalam upaya menyukseskan Asta Cita Presiden RI di bidang kemandirian pangan, sekaligus mengantisipasi kerentanan rantai pasok dari luar pulau," ujarnya saat menjadi pembicara pada dialog interaktif bertema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur".

Mengapa Perluasan Lahan Pangan di Kaltim Mendesak

Anggara menilai perluasan pangan sangat krusial agar pulau-pulau besar mampu mandiri menghidupi dirinya sendiri. Ketergantungan pasokan dari luar Kalimantan dinilai rawan terganggu jika jalur distribusi logistik tersendat.

Dalam menjalankan tugas ketahanan wilayah, jajaran Korem 091/ASN berpedoman pada pilar TNI PRIMA, yakni Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif.

Panglima TNI telah memerintahkan aktivasi Kompi Produksi di setiap Komando Distrik Militer jajaran. Unit ini bertugas membangun klaster pertanian, peternakan, dan perikanan terintegrasi dari hulu ke hilir bersama masyarakat dan pelaku usaha.

Babinsa Juga Diterjunkan Padamkan Karhutla

Selain fokus pada ketahanan pangan, jajaran Korem 091/ASN sepanjang Agustus hingga September 2026 bersinergi dengan pemda dan kepolisian memadamkan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan. Petugas juga menangani paparan kabut asap di wilayah Kaltim.

Anggara berpesan kepada seluruh prajurit agar memberikan pengabdian terbaik dengan tulus dan ikhlas demi kesejahteraan masyarakat.

"Saya pesankan kepada prajurit, kalau kita tidak bisa berbuat yang baik lebih baik diam. Jika bisa berbuat dengan baik, lakukanlah dengan tulus dan ikhlas sehingga apa yang dikerjakan betul-betul mendapat berkah," ujar dia.

Ia mengajak masyarakat Kaltim mempererat silaturahmi dan bersinergi dengan para Babinsa di lapangan. Menurutnya, kerja sama itu penting untuk mengatasi kesulitan di desa sekaligus mewujudkan kesejahteraan warga.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: kaltim.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top