Pencarian

SAKA Tajak Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1 di Blok Pekawai Kaltim, Target 109 BCF Gas

Senin, 28 September 2026 • 09:16:01 WIB
SAKA Tajak Sumur Eksplorasi Saka Manpatu-1 di Blok Pekawai Kaltim, Target 109 BCF Gas
Sumur eksplorasi Saka Manpatu-1 (SM-1) di Wilayah Kerja Pekawai, Kalimantan Timur, mulai dibor pada 22 September 2026.

SANGATTA — PT Saka Energi Sepinggan selaku operator Wilayah Kerja Pekawai menajak sumur eksplorasi SM-1 setelah melalui rangkaian pemeriksaan akhir. Direktur Utama PGN SAKA Energi Indonesia, Intan Fauzi, menyatakan pengeboran dimulai pada 22 September 2026 dan menjadi langkah strategis menguji potensi hidrokarbon di wilayah operasi perusahaan.

Pemerintah mempercayakan WK Pekawai kepada SAKA melalui SKK Migas sejak 16 Mei 2018. Sejak itu, perusahaan terus melakukan studi geologi dan geofisika untuk memetakan potensi wilayah tersebut sebelum memutuskan titik pengeboran.

Teknologi Casing While Drilling Diterapkan di SM-1

Pengeboran SM-1 didukung penerapan teknologi Casing While Drilling (CWD) yang sebelumnya sukses digunakan pada sumur SID-5 di WK Pangkah. Teknologi itu memungkinkan proses pengeboran dan pemasangan casing berlangsung dalam satu kali proses berjalan.

Menurut SAKA, metode tersebut mendukung efektivitas dan efisiensi operasi sekaligus menjaga aspek keselamatan saat menghadapi karakteristik bawah permukaan. Berbagai persiapan teknis sudah dilakukan, mulai dari kesiapan rig, instalasi dan integrasi peralatan, pengujian sistem, hingga kesiapan personel dan aspek Health, Safety, Security & Environment (HSSE).

Target Kedalaman 12.400 ftMD dan Dua Zona Well-Testing

Sumur SM-1 ditargetkan mencapai kedalaman akhir sekitar 12.400 ftMD. Perusahaan merencanakan well-testing pada dua zona target untuk mengonfirmasi keberadaan dan karakteristik hidrokarbon di struktur tersebut.

Struktur SM-1 diperkirakan memiliki volume hidrokarbon in-place (P50) sebesar 109 BCF gas dan 22 MMBOE minyak/kondensat. "WK Pekawai memiliki potensi eksplorasi menarik, dan menjadi salah satu area terus kami eksplor. Pengeboran Saka Manpatu-1 merupakan langkah penting untuk menguji potensi hidrokarbon yang telah diidentifikasi melalui berbagai kegiatan studi geologi dan geofisika," tegas Direktur Eksplorasi dan Pengembangan SAKA, Fuji Koesumadewi.

Kesinambungan Geologi dengan Lapangan Manpatu

Potensi WK Pekawai ditopang karakteristik geologi yang berkesinambungan dengan Lapangan Manpatu yang dikelola Pertamina Hulu Mahakam (PHM). Lapangan itu sudah memiliki Plan of Development (POD).

Sekitar 10–24 persen struktur Lapangan Manpatu berada di dalam wilayah WK Pekawai. Kesinambungan struktur geologi dan keberadaan hidrokarbon yang telah teridentifikasi di Lapangan Manpatu menjadi salah satu aspek pendukung prospek eksplorasi WK Pekawai.

"Kami akan terus menjalankan kegiatan eksplorasi secara terukur dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan operasional," tambah Intan Fauzi. Ia menegaskan seluruh rangkaian pengeboran SM-1 dilaksanakan dengan mengutamakan aspek HSSE.

HSSE Golden Rules Jadi Prioritas Operasional

SAKA memastikan penerapan HSSE Golden Rules secara konsisten di setiap tahapan kegiatan. Kebijakan itu bagian dari komitmen perusahaan menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama dalam menjalankan operasional.

Melalui rangkaian kegiatan eksplorasi berkelanjutan, SAKA berkomitmen mengoptimalkan potensi WK Pekawai secara aman, andal, dan bertanggung jawab. Hasil pengeboran SM-1 diharapkan memberi informasi lebih lanjut mengenai keberadaan dan karakteristik hidrokarbon di wilayah tersebut, sekaligus berkontribusi mendukung ketersediaan dan ketahanan energi nasional.

Follow www.halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: emitennews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks