SAMARINDA — Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Muhammad Faisal menyebut kegiatan bertema topeng itu sebagai ruang bagi warga untuk menyalurkan kreativitas sekaligus mengenalkan keragaman tradisi daerah. Parade berlangsung di Kota Samarinda dan menjadi rangkaian Hari Pariwisata Dunia 2026.
Faisal menegaskan ada empat sasaran yang ingin dicapai dari penyelenggaraan carnival tersebut. Menurutnya, parade topeng tidak berhenti pada pertunjukan seni semata.
"Yang kedua ini penggerakan ekonomi, penggerakan ekonomi kreatif, penyaluran aspirasi seni budaya dan peningkatan prestasi," ujar Faisal.
Topeng sebagai Pintu Masuk Keragaman Budaya Indonesia
Setiap daerah di Indonesia memiliki bentuk, karakter, dan tradisi topeng yang berbeda. Faisal menilai perbedaan itu justru menjadi modal untuk saling mengenal antardaerah.
"Di setiap budaya, suku bangsa di Indonesia ini masing-masing punya topeng. Sehingga kita punya kesempatan mengundang daerah lain untuk datang," jelasnya.
Melalui parade, warga tidak hanya menonton dari pinggir jalan. Komunitas seni dan hobi terlibat langsung, memperkenalkan karya mereka kepada publik yang lebih luas.
Drum Band Junior hingga Senior Meriahkan Parade
Selain arak-arakan topeng, Mahakam Mask Carnival diramaikan penampilan drum band. Peserta terbagi dalam kategori junior dan senior.
Kehadiran peserta usia muda menjadi bagian dari pembinaan kreativitas dan prestasi lewat seni pertunjukan. Panggung parade memberi mereka ruang tampil di depan masyarakat umum.
Dinas Pariwisata Kaltim Targetkan Parade 1.001 Topeng Tahun Depan
Pelaksanaan tahun ini disebut Faisal sebagai langkah awal untuk memperbesar skala parade topeng. Dinas Pariwisata Kaltim menargetkan Parade 1.001 Topeng Nusantara pada tahun berikutnya.
Target itu akan melibatkan berbagai daerah di Indonesia. Konsepnya mempertemukan beragam ekspresi budaya daerah dalam satu kegiatan.
Dengan begitu, topeng tidak lagi hanya diposisikan sebagai properti pertunjukan. Topeng juga menjadi medium untuk mengenalkan cerita, karakter, dan identitas budaya kepada masyarakat.
Harapan untuk Wisatawan dan Generasi Muda
Faisal berharap pelaksanaan carnival ke depan menghadirkan pertunjukan yang semakin menarik. Ia juga ingin kegiatan ini memberi pengalaman pengetahuan budaya bagi masyarakat dan wisatawan.
Di tengah perkembangan pariwisata dan ekonomi kreatif Kaltim, kegiatan semacam ini membuka ruang bagi generasi muda dan komunitas untuk belajar, berkarya, serta mengenal keberagaman budaya melalui pengalaman langsung.