Pencarian

BKSDA Kaltim Bangun 4 Kubangan Air di Jalur Satwa Kutai Timur, Antisipasi Dehidrasi Orang Utan Saat Kemarau

Rabu, 30 September 2026 • 08:39:01 WIB
BKSDA Kaltim Bangun 4 Kubangan Air di Jalur Satwa Kutai Timur, Antisipasi Dehidrasi Orang Utan Saat Kemarau
BKSDA Kaltim membangun empat kubangan air di jalur perlintasan satwa di Bengalon, Kutai Timur.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Timur membangun empat kubangan air di jalur perlintasan satwa di Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, untuk mencegah satwa liar mengalami dehidrasi akibat kemarau panjang. Pembangunan kubangan tahap awal ini menyusul penyelamatan 13 individu orang utan sejak Juli 2026, sebagian besar menderita dehidrasi berat dan malnutrisi. Setiap kubangan dipasangi kamera jebak untuk mengukur efektivitas sebelum program diperluas.

SAMARINDA — Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto menyatakan kekeringan ekstrem tahun ini tidak hanya mengeringkan sungai dan rawa, tetapi juga menurunkan kandungan air pada pucuk daun dan buah yang selama ini menjadi sumber asupan cairan alami satwa liar. Kondisi itu membuat satwa terpaksa bergerak lebih jauh mencari air.

Empat kubangan berukuran sekitar 1x1 meter dengan kedalaman setengah hingga satu meter dibangun di ceruk tanah atau bekas aliran sungai kecil yang mengering. Lokasinya sengaja dipilih di titik tersembunyi agar tidak dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk perburuan.

13 Orang Utan Diselamatkan Sejak Juli 2026

Data lapangan BKSDA Kaltim mencatat 13 individu orang utan telah diselamatkan dari berbagai lokasi sejak Juli 2026. Sebagian besar mengalami dehidrasi berat, bahkan ada yang menderita malnutrisi hingga harus dirawat di Pusat Rehabilitasi Satwa Long Sam.

Di antara satwa yang kini menjalani pemulihan adalah pasangan induk dan anak. Temuan itu yang mendorong pembangunan kubangan pada tahap awal di kawasan bernilai konservasi tinggi yang dikelola bersama mitra usaha.

"Pada kemarau yang tidak ekstrem, kebutuhan air satwa masih terpenuhi dari sumber air langsung maupun dari pakan yang dikonsumsi. Namun saat ini kondisinya jauh lebih berat, sehingga kami mengantisipasi dengan menyediakan kubangan di titik-titik jalur perlintasan mereka," ujar Ari.

Kamera Jebak Pantau Pemanfaatan Kubangan

Setiap lokasi kubangan dipasang kamera jebak untuk memantau pemanfaatan sekaligus mengukur efektivitasnya. Hasil pemantauan itu akan menjadi dasar keputusan apakah program diperluas ke titik lain.

"Jika hasil pemantauan menunjukkan manfaat nyata, program ini akan segera diperluas. Kami juga telah mengirimkan surat edaran kepada perusahaan kehutanan, perkebunan, dan pertambangan agar turut menyediakan fasilitas serupa di kawasan masing-masing," ujar Ari.

Surat edaran itu menyasar perusahaan yang mengelola kawasan di sekitar habitat satwa dilindungi. BKSDA berharap perusahaan tidak hanya menyediakan kubangan, tetapi juga menjaga titik-titik air alami yang tersisa di area konsesi.

Fragmentasi Hutan Perparah Kesulitan Air Satwa

Pendiri Conservation Action Network (CAN) Paulinus Kristanto menilai kekeringan panjang dan fragmentasi hutan membuat satwa semakin sulit mendapatkan air saat berpindah antar-kawasan. Kubangan dinilai membantu satwa tetap bermigrasi tanpa harus keluar dari habitatnya.

"Kehadiran kubangan ini tentu sangat membantu mereka tetap bermigrasi dan bertahan hidup, sekaligus untuk mengurangi risiko masuk ke area permukiman guna mencari air," kata Paulinus.

Ia menyebut upaya ini sebagai langkah strategis menjaga kelestarian orang utan dan satwa lainnya. Kubangan juga berfungsi mencegah konflik manusia dan satwa di tengah cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung.

BKSDA Kaltim akan mengevaluasi hasil pemantauan kamera jebak sebelum menentukan perluasan program. Kawasan hutan Bengalon di Kutai Timur menjadi lokasi uji pertama karena tergolong jalur perlintasan satwa bernilai konservasi tinggi.

Follow www.halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks