Pencarian

BRIDA Kaltim dan UMKT Ciptakan Mesin Jual Otomatis Berbasis IoT untuk Pasarkan Produk UMKM

Rabu, 30 September 2026 • 08:39:02 WIB
BRIDA Kaltim dan UMKT Ciptakan Mesin Jual Otomatis Berbasis IoT untuk Pasarkan Produk UMKM
Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah memaparkan pengembangan smart vending machine berbasis IoT di Kantor BRIDA Kaltim, Samarinda.

Badan Riset dan Inovasi Daerah Kalimantan Timur bersama Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur mengembangkan smart vending machine berbasis Internet of Things untuk memasarkan produk UMKM lokal. Prototipe mesin jual otomatis ini dipresentasikan di Kantor BRIDA Kaltim, Samarinda, sebagai bagian dari program Kolaborasi Riset dan Inovasi Strategis 2026. Pengembangan diarahkan hingga tahap komersialisasi agar bisa diproduksi massal dan memberi dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil.

SAMARINDA — Kepala BRIDA Kaltim Fitriansyah menyebut riset pengembangan smart vending machine berbasis IoT berpotensi besar memperluas pasar UMKM sekaligus memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Proyek bertajuk "Rancang Bangun Smart Vending Machine Berbasis IoT Terintegrasi Pembayaran Digital sebagai Media Distribusi Produk UMKM pada Lingkungan Komunitas di Kalimantan Timur" itu dipresentasikan di Kantor BRIDA Kaltim.

Mesin ini dirancang khusus untuk mendistribusikan produk UMKM lokal di lingkungan komunitas, dengan sistem pembayaran digital yang terintegrasi. Kolaborasi BRIDA Kaltim dan UMKT berjalan lewat skema Kolaborasi Riset dan Inovasi Strategis 2026.

Apa Itu Skema KRIS 2026 dan Berapa Banyak Riset yang Dijalankan?

Fitriansyah menjelaskan pada 2026 terdapat 21 kegiatan riset yang dilaksanakan secara kolaborasi melalui skema KRIS. Sebagian besar penelitian tersebut kini telah memasuki tahap penyelesaian.

Skema ini menjadi wadah bagi BRIDA Kaltim menggandeng perguruan tinggi dan mitra riset lain untuk menghasilkan inovasi yang menyentuh kebutuhan warga. Smart vending machine menjadi salah satu hasil yang dipresentasikan ke publik.

Pesan Fitriansyah: Riset Jangan Berhenti di Laboratorium

Fitriansyah menegaskan pengembangan smart vending machine tidak boleh berhenti pada tahap riset di laboratorium. Inovasi tersebut harus terus disempurnakan hingga mencapai tingkat kesiapterapan teknologi yang tinggi agar memiliki nilai komersial.

"Kalau sudah menjadi produk yang menghasilkan, tentu level kesiapterapan teknologinya semakin tinggi. Harapannya, suatu saat ada investor yang tertarik untuk memproduksi alat ini secara massal," jelasnya.

Langkah Menuju Komersialisasi: Paten hingga Kajian Kelayakan Ekonomi

Untuk menuju tahap komersialisasi, Fitriansyah mengingatkan tim peneliti UMKT segera mendaftarkan perlindungan kekayaan intelektual, baik berupa hak cipta maupun paten. Langkah itu untuk melindungi inovasi dari klaim pihak lain.

Selain perlindungan hukum, tim peneliti didorong melengkapi kajian kelayakan ekonomi. Kajian itu mencakup kebutuhan modal, potensi keuntungan, break event point, serta pemetaan produk sejenis di pasaran.

Analisis komparatif dinilai penting untuk mengukur keunggulan mesin ini dibanding kompetitor, baik dari aspek harga, efisiensi teknologi, maupun fungsionalnya.

Peluang Kolaborasi Lanjutan dengan Perangkat Daerah

BRIDA Kaltim membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan perangkat daerah terkait untuk memperluas pemanfaatan inovasi ini jika nantinya telah teruji secara komersial.

"Kami berharap riset ini memberikan dampak nyata dalam memperkuat perekonomian daerah maupun nasional, khususnya bagi pengembangan sektor UMKM di Kalimantan Timur," ujar Fitriansyah.

Bagi pelaku UMKM di Kaltim, kehadiran mesin ini berpotensi membuka kanal distribusi baru yang tidak bergantung pada pasar tradisional atau toko fisik. Produk mereka bisa menjangkau konsumen di lingkungan komunitas dengan transaksi yang tercatat digital.

Follow www.halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kaltim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks