BALIKPAPAN — Penyaluran bantuan menyasar masyarakat di dua kota yang kualitas udaranya sempat mencapai kategori berbahaya menurut pemantauan Kementerian Kehutanan. Perusahaan menggandeng Baitul Munzalan Indonesia (BMI) Pontianak dan Palangka Raya untuk mendistribusikan bantuan ke titik-titik terdampak.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Unit Balikpapan, Dodi Yapsenang, menyatakan pihaknya prihatin atas dampak karhutla yang dirasakan warga. Ia menekankan pentingnya respons cepat untuk melindungi kesehatan masyarakat terdampak.
"Kabut asap yang ditimbulkan berdampak langsung terhadap aktivitas dan kesehatan masyarakat. Melalui bantuan masker dan vitamin ini, kami berharap dapat membantu masyarakat mengurangi risiko paparan sekaligus menjaga kondisi kesehatan selama masa tanggap darurat," ujar Dodi.
Mengapa Masker dan Vitamin Jadi Prioritas Bantuan
Konsentrasi hotspot di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah masih tergolong tinggi hingga akhir Agustus 2026. Sejumlah titik pemantauan kualitas udara sempat mencatat kategori berbahaya, sehingga perlindungan pernapasan menjadi kebutuhan mendesak warga.
Masker medis dipilih untuk mengurangi paparan partikel asap, sementara vitamin diberikan guna menjaga daya tahan tubuh warga selama masa tanggap darurat. Unit pompa air dan selang disiapkan untuk mendukung pemadaman di lokasi karhutla.
Kolaborasi dengan BMI Pontianak dan Palangka Raya
Distribusi bantuan tidak dilakukan sendiri oleh perusahaan. Pertamina Patra Niaga Unit Balikpapan bekerja sama dengan Baitul Munzalan Indonesia di Pontianak dan Palangka Raya agar bantuan sampai ke warga yang paling membutuhkan.
Kolaborasi itu melibatkan organisasi sosial, relawan, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Menurut perusahaan, keterlibatan banyak pihak memperkuat upaya penanganan dampak karhutla, terutama dalam melindungi kesehatan masyarakat.
Respons Warga Penerima Manfaat
Salah seorang penerima bantuan, Budiman, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan yang diterima. Ia menilai masker dan vitamin tersebut membantu warga menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap.
"Terima kasih kepada Pertamina atas bantuan masker dan vitamin yang diberikan. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami untuk membantu menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap," ungkap Budiman.
Rangkaian Bantuan Sebelumnya di Kalimantan
Penyaluran bantuan di Pontianak dan Palangka Raya melanjutkan rangkaian respons tanggap darurat perusahaan terhadap dampak karhutla dan kemarau panjang. Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Unit Balikpapan menyalurkan sarana air bersih, masker N95, dan obat-obatan bagi warga terdampak karhutla di Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Dukungan serupa diberikan kepada masyarakat terdampak kemarau panjang dan risiko karhutla di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Program ini merupakan bagian dari implementasi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.
Kegiatan tersebut sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) pada aspek sosial dan lingkungan. Inisiatif ini juga mendukung pencapaian SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).