Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan nilai-nilai Pancasila harus ditegakkan dan menjadi benteng utama yang melindungi keutuhan bangsa di tengah derasnya arus keterbukaan informasi dan masuknya berbagai paham asing di era digital. Pernyataan itu disampaikan setelah ia memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Kamis. Ardiansyah menekankan bahwa digitalisasi membuat berbagai pandangan asing sangat terbuka dan mudah diakses, sehingga pemahaman kokoh terhadap dasar negara menjadi keharusan.
SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menegaskan Pancasila bukan sekadar agenda rutin peringatan tahunan, melainkan pedoman hidup yang menjaga keberagaman Kabupaten Kutim tetap menyatu. Hal itu disampaikannya usai memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 di Lapangan Kantor Bupati Kutim, Kamis.
Menurut Ardiansyah, pesatnya digitalisasi membuat berbagai pandangan dan paham asing menjadi sangat terbuka serta mudah diakses siapa saja. Kondisi itu menuntut pemahaman yang kokoh terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa agar masyarakat tidak mudah terpengaruh.
Mengapa Era Digital Jadi Perhatian Utama Bupati Kutim
Ardiansyah menjelaskan bahwa di era digital saat ini semua serba terbuka, termasuk ideologi lain yang tampak jelas di ruang publik. Ia mengingatkan semua unsur negara harus tetap paham bahwa Indonesia punya ideologi yang tepat sebagai pemersatu bangsa.
"Di era digital dan perkembangan kehidupan sosial yang begitu cepat dengan adanya teknologi informasi ini, ideologi bangsa harus tetap kita miliki dan diperhatikan dengan baik. Jangan sampai hal-hal yang masuk bisa merusak persatuan dan kesatuan," ujarnya di Sangatta, Kutim, Kalimantan Timur.
Peran Guru dan Generasi Muda dalam Penghayatan Pancasila
Bupati mendorong agar penghayatan nilai-nilai Pancasila terus diperdalam dan diinternalisasi kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar. Guru memiliki peran penting di masing-masing sekolah untuk menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.
Momentum peringatan setiap 1 Oktober ini diharapkan dapat menjadi pijakan untuk membangkitkan kembali semangat berbangsa dan bernegara hingga mengobarkan semangat NKRI.
"Kepada generasi muda, pelajar dan seluruh anak bangsa, mari kita betul-betul menghayati dan mendalami makna Pancasila. Semoga momentum ini mengembalikan semangat kita untuk hidup baik dengan ideologi yang kita miliki," kata bupati.
Pancasila sebagai Pedoman Hidup Warga Kutim
Ardiansyah menilai peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan hanya seremoni tahunan. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman hidup yang menjaga keberagaman Kabupaten Kutim tetap menyatu dan tidak tergoyahkan oleh arus informasi, demi keutuhan NKRI.
Kabupaten Kutai Timur sendiri dikenal sebagai wilayah dengan penduduk yang berasal dari berbagai suku dan latar belakang budaya. Kondisi itu membuat penguatan ideologi negara menjadi relevan untuk menjaga kerukunan antarwarga di tengah derasnya informasi digital yang masuk tanpa filter.