Pencarian

Gemarikan di Bogor: Bantuan Ikan Beku untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Minggu, 04 Oktober 2026 • 09:22:31 WIB
Gemarikan di Bogor: Bantuan Ikan Beku untuk Cegah Stunting Sejak Dini
Warga menerima bantuan ikan beku dalam program Gemarikan di Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat.

KALIMANTAN TIMUR — Pemerintah Kota Bogor menyalurkan bantuan ikan beku kepada warga Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat, melalui program Gemarikan. Program ini menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai upaya memperkuat pemenuhan protein hewani sekaligus menekan angka stunting di Kota Hujan.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyebut program Gemarikan sebagai langkah strategis untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga. Menurutnya, pemenuhan protein hewani sejak dini jadi fondasi penting menyiapkan anak-anak yang sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Ikan Beku untuk Warga Balumbangjaya

Program Gemarikan kali ini menyasar warga Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat. Warga yang menjadi sasaran menerima bantuan berupa ikan beku untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga.

Bantuan ini diharapkan bisa langsung dikonsumsi, bukan sekadar disimpan. Ikan beku dipilih karena praktis dan tetap menjaga kandungan gizi bila diolah dengan benar.

Mengapa Ibu Hamil dan Menyusui Jadi Prioritas

Anggota Komisi IV DPR RI Endang Setyawati Thohari menekankan bahwa ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang dibutuhkan dalam proses tumbuh kembang anak. Menurut dia, pemenuhan gizi juga perlu menyasar ibu hamil dan menyusui karena kondisi kesehatan serta kecukupan nutrisi ibu berkaitan erat dengan tumbuh kembang anak.

"Ikan sebagai salah satu sumber protein hewani berkualitas tinggi yang sangat dibutuhkan untuk tumbuh kembang anak. Banyak ibu-ibunya yang kekurangan gizi, padahal sedang mengandung atau menyusui. Ini harus menjadi perhatian kita bersama," kata Endang.

Gemarikan, Gerakan Nasional dari KKP

Gemarikan merupakan gerakan nasional Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mendorong masyarakat meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber protein. Program ini mendukung kesehatan dan kualitas sumber daya manusia, terutama di daerah dengan angka stunting yang masih perlu ditekan.

Pemerintah Kota Bogor terus menjalankan berbagai program untuk menangani persoalan stunting, termasuk melalui intervensi pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Jenal menyebut program ini sebagai bentuk kehadiran negara dalam memberikan gizi kepada anak-anak.

"Program ini program dari negara untuk memberikan gizi kepada anak-anak kita. Dengan harapan mereka bisa mengisi Generasi Emas di 2045 nanti," ujarnya.

Yang Perlu Ibu Perhatikan soal Konsumsi Ikan

Ikan segar maupun beku sama-sama bisa jadi sumber protein harian keluarga. Pastikan ikan dimasak hingga matang sempurna, terutama untuk balita dan ibu hamil. Hindari mengolah ikan dengan terlalu banyak minyak atau bumbu penyedap berlebih agar manfaat gizinya tetap optimal.

Untuk balita, ikan bisa disajikan dalam bentuk yang mudah dikunyah, misalnya dicampur ke dalam bubur atau nasi tim. Sementara ibu menyusui dianjurkan mengonsumsi ikan minimal dua kali seminggu untuk mendukung produksi ASI dan kecukupan nutrisi bayi.

Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter atau Posyandu

Jika ibu merasa asupan gizi keluarga belum tercukupi atau anak menunjukkan tanda berat badan tidak naik sesuai usia, segera konsultasikan ke posyandu atau dokter anak. Pemantauan rutin di posyandu membantu mendeteksi risiko stunting lebih awal, sehingga penanganan bisa dilakukan cepat dan tepat.

Program Gemarikan di Bogor menunjukkan bahwa pencegahan stunting bisa dimulai dari langkah sederhana di dapur: menyediakan ikan sebagai sumber protein keluarga. Dengan gizi yang cukup, anak-anak Indonesia punya bekal lebih kuat untuk tumbuh sehat dan siap menyambut Generasi Emas 2045.

Follow www.halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: megapolitan.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks