Pencarian

Google Pixel Fold Pertama Terbukti Lebih Maju dari Zamannya

Minggu, 04 Oktober 2026 • 14:20:01 WIB
Google Pixel Fold Pertama Terbukti Lebih Maju dari Zamannya
Google Pixel Fold generasi pertama dinilai lebih visioner dibanding ponsel lipat sezamannya.

KALIMANTAN TIMUR — Google Pixel Fold generasi pertama yang dirilis 2023 kini dinilai lebih visioner dibanding ponsel lipat kebanyakan pada masanya. Desain layar lebar yang sempat ditinggalkan Google itu justru jadi arah baru industri setelah Samsung Galaxy Z Fold 8 dan ponsel lipat perdana Apple menempuh jalur serupa. Perubahan ini menandai pergeseran selera pasar dari ponsel lipat ramping ke kanvas lebar untuk multitasking.

Kenapa Pixel Fold Disebut Lebih Maju dari Zamannya

Pixel Fold menawarkan perangkat keras yang kokoh, kamera yang layak, dan kompromi lebih sedikit dibanding ponsel lipat lain di kelasnya pada 2023. Layar lebar yang dimilikinya memang dirancang untuk multitasking dan aplikasi tablet. Saat itu, ponsel lipat Samsung lebih sering menjalankan aplikasi versi ponsel di kanvas besar, sementara Pixel Fold lebih mudah memicu versi tablet dari sebuah aplikasi.

Pendekatan itu tidak bertahan lama. Google kemudian beralih ke desain lebih tinggi dan kotak karena ekosistem aplikasi Android belum siap menerima kanvas lebar. Sebagian besar aplikasi saat itu belum mendukung penuh layar lebar, sehingga desain ramping dianggap lebih masuk akal secara praktis.

Kelemahan yang Membuatnya Sulit Bertahan

Pixel Fold pertama bukan perangkat tanpa cela. Rangka logam mengilapnya mudah menampung sidik jari, bobotnya terasa berat di tangan, dan lipatan di tengah layar cukup mencolok. Bodi perangkat juga tergolong tebal untuk ukuran ponsel lipat.

Masalah lain datang dari sisi performa. Chipset Tensor G2 yang dipasang Google dikenal punya persoalan manajemen panas. Dalam pemakaian jangka panjang, keluhan ini menjadi salah satu alasan utama sebagian pengguna melepas perangkat tersebut.

Pergeseran Pasar ke Ponsel Lipat Layar Lebar

Setelah Apple masuk ke pasar ponsel lipat, sejumlah merek mulai beralih ke format layar lebar. Galaxy Z Fold 8 disebut sebagai salah satu produk yang sukses besar di segmen ini, dan lebih banyak ponsel lipat lebar diperkirakan menyusul dalam setahun ke depan.

Pixel Fold sebenarnya sudah mencoba pendekatan itu tiga tahun lalu, meski dengan eksekusi yang kurang mulus. Dibandingkan Galaxy Z Fold 8, tampilan Pixel Fold terlihat hampir normal, tetapi gagasan intinya sama: kanvas lebih lebar untuk produktivitas dan aplikasi tablet.

Pola Google yang Sering Meninggalkan Ide Bagus

Keputusan Google meninggalkan desain layar lebar bukan kasus tunggal. Perusahaan ini beberapa kali dikenal lebih dulu menggarap sebuah ide, lalu melepasnya sebelum pasar benar-benar matang. Inbox dan Stadia sering disebut sebagai contoh pendekatan serupa.

Pola itu membuat sebagian pengguna lama Google menilai perusahaan terlalu cepat berpindah arah. Sebuah ide bisa muncul lebih awal, mendapat perbaikan dari pemain lain, lalu baru dilirik kembali setelah pasar terbentuk.

Peluang Pixel Fold Layar Lebar Kembali

Belum ada indikasi kapan Google akan menghidupkan lagi desain Pixel Fold generasi pertama. Namun arah industri yang bergerak ke ponsel lipat layar lebar membuka ruang bagi Google untuk kembali ke format itu. Jika itu terjadi, Google akan masuk ke pasar yang sudah lebih siap dibanding 2023.

Bagi pengguna Indonesia, perkembangan ini relevan karena ponsel lipat mulai masuk ke daftar pertimbangan perangkat premium. Pilihan format layar lebar atau ramping akan menentukan pengalaman multitasking, konsumsi aplikasi tablet, dan harga jual kembali di pasar lokal.

Follow www.halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: 9to5google.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks