Neraca perdagangan Provinsi Kalimantan Timur mencatat surplus 1,28 miliar dolar AS pada Agustus 2026, ditopang kinerja komoditas nonmigas yang berlebih 1,71 miliar dolar AS. Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat pergeseran struktur ekspor mulai terlihat karena hasil industri naik 51,87 persen dibanding Juli, sementara hasil tambang turun 16,61 persen. Surplus kumulatif Januari-Agustus 2026 menembus 9,11 miliar dolar AS meski nilai ekspor bulanan turun 3,6 persen.
SAMARINDA — Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim Mas'ud Rifai menyampaikan surplus perdagangan Agustus 2026 tidak lepas dari sektor nonmigas yang mencatat kelebihan nilai dagang 1,71 miliar dolar AS. Sektor migas justru defisit 426,13 juta dolar AS, sehingga total surplus menjadi 1,28 miliar dolar AS.
Angka itu dirilis BPS Kaltim di Samarinda. Mas'ud menyebut kinerja perdagangan luar negeri daerah ini tetap menunjukkan ketahanan di tengah fluktuasi harga dan permintaan pasar global.
Industri Olahan Naik 51,87 Persen, Tambang Turun 16,61 Persen
Pergeseran struktur ekspor mulai terlihat dari data bulanan. Hasil industri naik 51,87 persen dibanding Juli, sedangkan hasil tambang turun 16,61 persen.
Komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati melonjak 84,27 persen. Menurut Mas'ud, lonjakan itu menunjukkan diversifikasi produk unggulan mulai menguat di Kaltim.
"Surplus perdagangan ini didukung sektor nonmigas yang kelebihan nilai dagang 1,71 miliar dolar AS, sementara sektor migas defisit 426,13 juta dolar, sehingga total surplus menjadi 1,28 miliar dolar," ujar Mas'ud.
China Masih Pasar Terbesar, Vietnam dan Taiwan Turun
China tetap menjadi pasar ekspor terbesar Kaltim dengan peran 32,23 persen. Posisi berikutnya diisi India dan Filipina.
Sebaliknya, Vietnam dan Taiwan mengalami penurunan permintaan signifikan pada Agustus. Penurunan ini turut memengaruhi nilai ekspor bulanan Kaltim.
Ekspor Bulanan Turun 3,6 Persen, tapi Tahunan Naik 2,85 Persen
Nilai ekspor Kaltim pada Agustus 2026 tercatat 1,88 miliar dolar AS, turun 3,6 persen dibanding bulan sebelumnya. Penurunan terjadi di sektor migas maupun nonmigas.
Ekspor migas turun 13 persen menjadi 86,63 juta dolar AS, antara lain karena tidak adanya ekspor gas alam pada bulan tersebut. Ekspor nonmigas turun tipis 3,09 persen menjadi 1,79 miliar dolar AS.
"Meski terjadi penurunan bulanan, secara tahunan ekspor Kaltim justru naik 2,85 persen dibanding Agustus 2025. Sepanjang Januari-Agustus 2026, ekspor Kaltim tumbuh 5,97 persen dibanding periode yang sama tahun lalu," ujar Mas'ud.
Impor Turun Lebih Tajam 15,94 Persen
Di sisi lain, impor Kaltim turun lebih tajam sebesar 15,94 persen, dari 706,71 juta dolar AS menjadi 594,06 juta dolar AS. Penurunan didorong impor migas yang turun 18,01 persen.
Impor nonmigas hampir tidak berubah karena hanya turun 0,02 persen. Dengan demikian, surplus perdagangan bulanan tetap terjaga di level 1,28 miliar dolar AS.
"Secara kumulatif Januari-Agustus 2026, kinerja perdagangan luar negeri Kaltim tetap positif dan mencatatkan surplus yang konsisten, meskipun fluktuasi harga dan permintaan pasar global mempengaruhi nilai ekspor bulanan. Surplus kumulatif perdagangan Kaltim mencapai 9,11 miliar dolar AS," kata Mas'ud.