Pencarian

PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke 4 Desa di Kutai Timur, Warga Menanti 36 Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 • 09:26:01 WIB
PLN Alirkan Listrik 24 Jam ke 4 Desa di Kutai Timur, Warga Menanti 36 Tahun
Warga Kecamatan Batu Ampar, Kutai Timur, kini menikmati layanan listrik 24 jam setelah menanti lebih dari 36 tahun.

KALIMANTAN TIMUR — PT PLN (Persero) resmi mengoperasikan layanan listrik 24 jam di empat desa Kecamatan Batu Ampar, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, setelah warga menanti lebih dari 36 tahun. Peresmian berlangsung di Balai Pertemuan Kantor Desa Beno Harapan dan dihadiri Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman bersama jajaran manajemen PLN. Sedikitnya 680 sambungan rumah tangga sudah terealisasi, membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi dan pendidikan warga desa.

Paragraf pembuka: Empat desa yang kini menikmati listrik 24 jam adalah Beno Harapan, Mawai Indah, Mugi Rahayu, dan Himba Lestari. General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra), Muchamad Chaliq Fadli, menyebut layanan ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan memperluas manfaat kelistrikan hingga wilayah perdesaan. Sebelumnya, warga di kawasan tersebut hanya mengandalkan pasokan listrik terbatas yang membatasi aktivitas harian.

680 Sambungan Rumah Tangga Sudah Terpasang

Realisasi penyambungan pelanggan di empat desa itu berjalan bertahap. Di Desa Mawai Indah, sebanyak 222 sambungan rumah tangga telah rampung, sementara Desa Mugi Rahayu mencatat 125 sambungan.

Desa Beno Harapan baru menyelesaikan 214 dari target 320 sambungan. Adapun Desa Himba Lestari terealisasi 119 sambungan dari target 186. Totalnya, sedikitnya 680 rumah di Kecamatan Batu Ampar sudah menikmati aliran listrik penuh.

PLN memastikan penyambungan pelanggan lainnya akan terus dilakukan seiring kesiapan infrastruktur jaringan dan proses administrasi. Tantangan geografis wilayah perdesaan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat pengerjaan berlangsung bertahap.

Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Infrastruktur

Manager PLN UP3 Bontang, Luddie Wied Hardono, menilai terwujudnya listrik 24 jam di empat desa merupakan hasil sinergi banyak pihak. Menurutnya, pengembangan kelistrikan di wilayah perdesaan memiliki tantangan tersendiri sehingga kolaborasi menjadi kunci.

"Dukungan pemerintah daerah hingga pemerintah desa dan masyarakat sangat membantu PLN dalam menyiapkan infrastruktur dan mempercepat proses penyambungan," kata Luddie.

Peresmian layanan ini juga dihadiri Kepala Bagian Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur Deky Hermawan, Camat Batu Ampar Akhmadsyah, serta para kepala desa di Kecamatan Batu Ampar.

Dampak Langsung ke Warga dan Pelaku Usaha

Bagi masyarakat Batu Ampar, listrik 24 jam membuka ruang aktivitas yang sebelumnya terbatas oleh waktu. Anak-anak memiliki keleluasaan belajar lebih fleksibel, sementara pelaku usaha dapat memperpanjang jam operasional.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyebut layanan tersebut telah lama dinantikan dan diharapkan berdampak positif bagi berbagai sektor. Ia menekankan listrik sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi, pendidikan, pelayanan sosial, maupun aktivitas sehari-hari warga.

"Setelah lebih dari 36 tahun menanti, hari ini harapan masyarakat untuk menikmati listrik 24 jam akhirnya terwujud," ujar Ardiansyah.

Ia juga mengingatkan warga agar memanfaatkan listrik secara aman dan sesuai ketentuan. Penyambungan ilegal, menurutnya, berisiko membahayakan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

Makna Pemerataan Pembangunan di Wilayah Perdesaan

Chaliq menyebut momentum Hari Kesaktian Pancasila menjadi pengingat pentingnya semangat kebersamaan dan pemerataan manfaat pembangunan, termasuk akses energi. PLN memaknai momentum itu melalui upaya menghadirkan manfaat pembangunan secara lebih merata.

"Hadirnya listrik 24 jam bukan hanya tentang penerangan, tetapi juga tentang membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berusaha, dan beraktivitas," ujarnya.

Langkah PLN di Batu Ampar menambah daftar desa di Kalimantan Timur yang mendapat akses listrik penuh. Setelah puluhan tahun menjadi harapan, listrik 24 jam kini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat setempat sekaligus membuka peluang baru bagi desa untuk tumbuh dan berkembang.

Follow www.halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: niaga.asia

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks