BALIKPAPAN — General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UID Kaltimra) Muchamad Chaliq Fadli menyatakan pemulihan kelistrikan Kalimantan dijalankan lewat sejumlah langkah paralel. Penanganan tidak hanya menyasar pembangkit yang mengalami gangguan maupun menjalani pemeliharaan rutin, tetapi juga percepatan penambahan kapasitas baru.
Dua Pembangkit Sewa 30 MW Sudah Masuk Sistem
Tambahan daya tahap awal yang telah resmi beroperasi mencapai 30 MW. Pasokan itu berasal dari pembangkit sewa Trisakti berkapasitas 20 MW dan pembangkit sewa Batulicin 10 MW.
Dua unit pembangkit sewa tambahan berkapasitas 30 MW di Batulicin kini dalam proses pengiriman. Keduanya ditargetkan memasuki tahap komisioning atau testing and commissioning dan beroperasi penuh pada minggu keempat Oktober 2026.
“Pemulihan kelistrikan Kalimantan terus kami dorong melalui sejumlah langkah yang berjalan bersamaan. Kami tidak hanya fokus pada penanganan pembangkit yang mengalami gangguan maupun pemeliharaan, tetapi juga mempercepat penambahan kapasitas baru. Saat ini, tambahan 30 MW di Trisakti dan Batulicin telah beroperasi, sementara tahapan penambahan berikutnya terus kami persiapkan,” kata Chaliq di Balikpapan, Jumat (9/10/2026).
Roadmap Dua Fase: 158 MW Lalu 120 MW
PLN merancang penguatan sistem daya melalui dua fase utama. Tahap I menambah 158 MW yang diproyeksikan rampung bertahap sepanjang November hingga Desember 2026.
Tahap II sebesar 120 MW ditargetkan tuntas beroperasi pada akhir Desember 2026. Total tambahan dari kedua fase mencapai 278 MW, melengkapi 30 MW yang lebih dulu menyala.
Skema pembangkit sewa dipilih agar daya tambahan bisa masuk sistem lebih cepat dibanding pembangunan pembangkit permanen. Penyuntikan dilakukan bertahap ke Sistem Interkoneksi Kalimantan, yang menopang pasokan di Kaltim, Kaltara, dan sejumlah wilayah Kalimantan lain.
Permohonan Maaf ke Pelanggan Rumah Tangga dan Industri
PLN UID Kaltimra menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan, baik sektor rumah tangga maupun industri, atas ketidaknyamanan selama proses pemulihan pasokan listrik. Manajemen menegaskan seluruh jajaran teknisi di lapangan bekerja tanpa henti untuk mewujudkan keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan di Kalimantan.
Pemulihan menyentuh tiga kelompok pengguna sekaligus: rumah tangga, pelaku usaha, dan fasilitas publik. Bagi warga Kaltim dan Kaltara, kepastian jadwal operasi 30 MW tambahan di Batulicin pada minggu keempat Oktober 2026 menjadi penanda paling dekat yang bisa dipantau.