KALIMANTAN TIMUR — Cristiano Ronaldo menghadapi ancaman sanksi larangan bermain di timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin. Dewan Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) disebut akan segera menjatuhkan hukuman berdasarkan pasal 160 ayat 2 Regulasi Disiplin FPF.
Pemain yang akrab disapa CR7 itu hengkang dari pemusatan latihan Portugal menjelang laga UEFA Nations League melawan Denmark di Kopenhagen. Akibat tindakannya, ia kini menjalani skorsing sementara sambil menunggu keputusan resmi dari Dewan Disiplin FPF.
Pasal 160 Ayat 2 Jadi Dasar Hukuman
Regulasi Disiplin FPF mengatur sanksi bagi pemain yang meninggalkan kegiatan tim nasional tanpa izin. Pasal 160 ayat 2 menjadi rujukan utama dalam kasus ini.
Hukuman yang tersedia berkisar dari skorsing satu hingga enam bulan, ditambah denda bagi pemain yang dianggap melanggar. Namun pengakuan Ronaldo disebut menjadi faktor yang bisa memangkas hukuman tersebut.
Konflik Berawal dari Keputusan Jorge Jesus
Persoalan bermula saat Ronaldo tidak dimainkan dalam laga melawan Norwegia, padahal ia sudah diminta melakukan pemanasan. Menurut laporan Mirror dan O Jogo, Ronaldo merasa pelatih Jorge Jesus mengingkari kesepakatan yang telah dibuat.
Jesus lantas menyampaikan bahwa Ronaldo tidak akan menjadi starter melawan Denmark. Keputusan itu memicu reaksi keras dari kapten timnas Portugal tersebut.
Permintaan Maaf Ronaldo via Media Sosial
Ronaldo mengumumkan kepergiannya dari pemusatan latihan lewat pernyataan pada Rabu (30/9). Beberapa hari kemudian, tepatnya Selasa (6/10), ia merilis pernyataan panjang berisi permintaan maaf melalui media sosial.
Dengan penuh kebijaksanaan, ia meminta FPF menjatuhkan hukuman yang setimpal atas tindakannya.
"Saya paham bahwa ada konsekuensi dari tindakan saya ini, yakni hukuman dari Federasi Sepakbola Portugal. Saya yakin hukuman tersebut pasti berat," kata Ronaldo dalam rilisnya.
"Saya bukan pemain sembarangan. Saya adalah kapten tim dan itu merupakan faktor memberatkan. Saya juga berutang maaf kepada rekan-rekan di timnas karena meninggalkan pemusatan latihan."
Prediksi Hukuman: 15 Hari Skorsing dan Denda 255 Euro
Pengacara olahraga Goncalo Almeida, dilansir dari Tvi Noticias, memprediksi hukuman yang dijatuhkan relatif ringan. Ia memperkirakan Ronaldo hanya menerima 15 hari skorsing plus denda sebesar 255 euro.
Pengakuan Ronaldo atas kesalahannya disebut menjadi faktor utama yang meringankan hukuman. Tanpa pengakuan tersebut, sanksi bisa jauh lebih berat sesuai rentang yang diatur regulasi.
Keputusan resmi Dewan Disiplin FPF dinantikan, terutama menjelang agenda timnas Portugal di UEFA Nations League. Skorsing yang dijatuhkan akan menentukan apakah Ronaldo bisa kembali memperkuat Selecao das Quinas dalam waktu dekat.