Pencarian

Danantara Dorong Transformasi BUMN, Timah Tembus Laba Rp2,71 Triliun dan Krakatau Steel Bangkit dari Rugi

Kamis, 13 Agustus 2026 • 13:33:01 WIB
Danantara Dorong Transformasi BUMN, Timah Tembus Laba Rp2,71 Triliun dan Krakatau Steel Bangkit dari Rugi
Dirut PT Timah memaparkan capaian laba bersih Rp2,71 triliun pada semester pertama 2026 di kantor pusatnya.

KALIMANTAN TIMUR — Laporan keuangan semester pertama 2026 menunjukkan geliat positif di tubuh BUMN. Tak hanya perusahaan papan atas yang mencetak rekor laba, sejumlah perusahaan yang sebelumnya terpuruk dalam kerugian kini berhasil bangkit dan mencatatkan profitabilitas.

Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, menilai kinerja solid masih ditopang oleh emiten-emiten besar atau blue chips yang menjadi motor penggerak pendapatan negara.

"Kinerja solid masih ditunjukkan BUMN blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. Misal kinerja Himbara di sektor perbankan, sektor mineral dan hasil tambang, sektor telco dan Pertamina," ujar Toto dalam keterangannya, Selasa (11/8).

Rekor Laba di Sektor Tambang dan Industri Pupuk

PT Timah menjadi primadona dengan pertumbuhan laba paling tinggi. Perusahaan tambang pelat merah ini membukukan laba bersih Rp2,71 triliun, melesat 804,7 persen dibanding periode sama tahun lalu yang hanya Rp300 miliar.

Di sektor industri pupuk, PT Pupuk Indonesia juga mencatatkan kinerja impresif dengan kenaikan laba bersih 253 persen menjadi Rp8,51 triliun dari sebelumnya Rp2,41 triliun. Sementara itu, PT Semen Indonesia membukukan kenaikan laba 196,5 persen menjadi Rp193,46 miliar.

Entitas lain di bawah holding perkebunan, PT Agrinas Palma Nusantara, tumbuh 150 persen dengan laba Rp890 miliar. PTPN IV PalmCo juga tak kalah agresif dengan mencatatkan kenaikan laba 54 persen menjadi Rp3,23 triliun.

Perbankan dan Logistik Tunjukkan Daya Tahan

Sektor jasa keuangan dan logistik turut menyumbang catatan positif. PT Pegadaian mencatatkan kenaikan laba 84,6 persen menjadi Rp6,59 triliun, sedangkan PT Pelindo tumbuh 60,4 persen menjadi Rp2,57 triliun.

Bank Tabungan Negara (BTN) membukukan pertumbuhan laba 40,8 persen menjadi Rp2,40 triliun. Bank Mandiri, sebagai bank terbesar di Indonesia, mencatatkan pertumbuhan laba 24,3 persen menjadi Rp30,41 triliun. Adapun PT Pertamina Geothermal Energy membukukan pertumbuhan laba 15,5 persen menjadi US$79,61 juta.

Krakatau Steel dan Kimia Farma Bangkit dari Kerugian

Kabar baik datang dari PT Krakatau Steel yang berhasil membalikkan keadaan. Perusahaan baja pelat merah ini berbalik dari rugi sekitar Rp1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp150 miliar hingga Rp185 miliar pada semester I 2026.

Hal serupa terjadi pada PT Kimia Farma yang sukses membalikkan kinerja dari rugi Rp135,61 miliar menjadi laba Rp54,07 miliar. Membaiknya kinerja kedua perusahaan ini menjadi sinyal positif bagi upaya penyehatan BUMN yang selama ini menjadi beban fiskal.

Percepatan Streamlining Jadi Kunci Perbaikan

Toto Pranoto menilai kinerja BUMN masih berpotensi meningkat seiring proses streamlining atau penataan dan konsolidasi perusahaan negara. Langkah tersebut dinilai dapat mendorong efisiensi jumlah BUMN sekaligus memperbaiki kinerja perusahaan secara keseluruhan.

"Harapan saya supaya proses streamlining BUMN bisa dipercepat sehingga perbaikan kinerja bisa lebih cepat dilaksanakan," lanjut Toto.

Rangkaian kinerja positif ini menjadi catatan penting di tengah proses transformasi dan konsolidasi perusahaan negara di bawah Danantara. Dorongan transformasi ini diarahkan untuk mengubah Indonesia dari negara berbasis sumber daya alam menjadi negara berbasis teknologi melalui penguasaan material maju dan kolaborasi strategis. Perbaikan fundamental ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan meningkatkan kontribusi BUMN terhadap pertumbuhan jangka panjang.

Follow www.halobontang.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: mediaindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks