PENAJAM PASER UTARA — Ancaman inflasi yang membebani daya beli masyarakat mendorong Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara bergerak lebih awal. Bupati Mudyat Noor menyatakan pihaknya tidak ingin lengah, mengingat gangguan pasokan pangan bisa memicu gejolak harga secara tiba-tiba di pasaran.
“Ancaman inflasi dapat terjadi sewaktu-waktu, sehingga sejumlah langkah strategis dilakukan,” ujar Mudyat Noor di Penajam Paser Utara, Rabu, ketika ditanya menyangkut penguatan kerja sama untuk pengendalian inflasi di wilayahnya.
Jamin Pasokan Pangan dari Luar Daerah
Salah satu kunci untuk menahan laju inflasi adalah memastikan pasokan barang tidak putus. Pemkab Penajam Paser Utara pun memperluas jaringan kerja sama antardaerah dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.
Kerja sama ini ditujukan untuk menjamin ketersediaan pangan sekaligus mendukung pengendalian inflasi di wilayah yang berbatasan langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN) tersebut. Selain itu, perjanjian kerja sama juga dijalin antara asosiasi pedagang pasar Kabupaten Penajam Paser Utara dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Manuntung Sukses, Kota Balikpapan.
“Kerja sama antardaerah salah satu langkah strategis yang dilakukan untuk menjaga kesinambungan pasokan pangan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, serta menciptakan stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” timpal dia.
Data Inflasi Terkini dan Komoditas yang Dipantau Ketat
Berdasarkan data indeks harga konsumen (IHK), inflasi bulanan Kabupaten Penajam Paser Utara pada Juli 2026 tercatat sebesar 0,28 persen. Secara tahunan, laju inflasi berada di angka 2,34 persen.
Meski angka tersebut masih relatif terkendali, pemerintah daerah tetap menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk melakukan pemantauan persediaan dan distribusi bahan pangan secara berkala. Perhatian khusus difokuskan pada komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi.
“Khususnya terhadap komoditas yang memiliki kontribusi besar terhadap inflasi, seperti beras, cabai, bawang merah, minyak goreng, gula, telur, dan daging ayam,” tambahnya.
Sidak Pasar Jadi Andalan Deteksi Gejolak Harga
Pengawasan tidak hanya dilakukan lewat data di atas kertas. Pemkab Penajam Paser Utara menyinergikan pemantauan harga dengan kegiatan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar-pasar tradisional.
Melalui sidak, pemerintah bisa mengetahui perkembangan harga secara langsung di lapangan. Dengan begitu, langkah antisipatif dapat diambil lebih awal untuk mencegah gejolak harga yang membebani warga.
“Langkah antisipatif harus dilakukan lebih awal agar dapat menangani ketika terjadi gangguan pasokan bahan pangan, serta distribusi barang lainnya tidak terganggu,” demikian Mudyat Noor.